Hari ini, sabtu 17 july 2010.
Terpaksa harus ku goreskan kembali, luapan isi jiwaku. Aku tidak suka menyebutnya keluhan, karena akan membuatku terlihat lemah. Tapi inilah sessungguhnya yang sedang aku hadapi. Situasi dimana aku merasa sedang di guncang angin kencang tatkala aku sedang berada di atas tiang yang rapuh. Aku ingin berteriak, tapi tak ingin ku tunjukkan kelemahanku. Aku ingin meloncat dan berlari jauh menghindari guncangan itu, tapi kembali tak ingin ku tunjukkan kelemahanku.
Apakah aku egois? Salahkah aku jika aku harus memaksakan diri tuk bertahan? Walau sebenarnya nyaliku sudah mulai menciut dan asaku sudah mulai kendor.
Aku terikat pada sebuah janji. Janji yang ku ucapkan dalam jiwaku ketika pertama kali mereka membukakan pintu untukku. Janjiku tuk menyampaikan mimpi mimpi mereka yang terpajang di atas tiang rapuh yang ku naiki.
Guncangan itu semakin kencang. Haruskah ku paksakan diri tuk bertahan? Walau aku semakin lemah. Bahkan mataku sendiri sudah tak mampu membedakan siapa kawan, siapa lawan.
Ingin aku memohon bantuan. Tapi aku tak sanggup melihat orang lain terbebani olehku. Salahkah jika aku egois dalam hal ini?
Kini aku pasrahkan semua kepadaNYA. DIA yang telah menuliskan garis hidupku. Kalaupun aku akan tersungkur dan terbuang tanpa mampu memenuhi janjiku. Aku siap. Jiwa dan raga ini milik-NYA. Aku hanyalah hamba yang harus berjalan di atas garis takdir yang di tentukan olehNYA.
Status : Adit R Alfath
