Pengalaman Mistik| Wajah Wajah Tak Terdefiniskan

Manusia Setengah Kuda (Bisakah kita mendefinisikan bagaimana seorang Manusia bisa berubah wujud menyerupai seekor kuda?).

Maraknya acara misteri di TV dalam program reality show maupun film membuat saya tergerak untuk menulis pengalaman pribadi saya menyangkut hal mystique.

Sebenarnya pengalaman yang saya akan ceritakan ini bukanlah hal yang terlalu misterius sekali karena apa yang saya alami bisa di katakan cukup lazim dan biasa di alami oleh orang di kampung saya.

Ini menyangkut Leak atau yang oleh orang suku sasak di sebut Tuselak atau Tau Selak yang berarti Orang yang memiliki ilmu sihir atau ilmu hitam.

Kejadian ini bermula waktu saya pulang dari menonton acara Joget Sasak di sebuah kampung yang jaraknya sekitar dua kilometer dari kampung saya.

Sebagai mana layaknya pemuda pemuda desa suku sasak seusia saya, menonton acara Joget Sasak merupakan salah satu hiburan yang paling menyenangkan, apalagi kalau kita bisa mendapat kesempatan untuk Ngibing (Menari) bersama Penari Joget yang cantik dan bohay. Terkadang kita bisa sampai lupa waktu dan lupa diri. :-D

Waktu itu saya masih duduk di Kelas III SMA. Mengingat saya harus sekolah ke esokan harinya, saya memutuskan untuk lebih dulu pulang meninggalkan tempat jogetan tersebut. Saya berjalan kaki seorang diri menyusuri jalan kampung yang gelap dan terkenal angker.

Rasa takut pastinya sangat menghantui pikiran saya selama dalam perjalanan. Apalagi ketika mengingat kalau saya harus melewati Pohon asem tua yang menurut para tetua di kampung saya, Pohon Asem tersebut memiliki penghuni ghaib (jin) yang sering menampakkan diri dalam wujud  Pocong dan  Keranda Mayat.

Konon kalau kita menemui Mayat yang terbungkus kafan dengan ikatan lengkap di tiga titik ikatan seperti orang yang mau di kubur, hendaknya kita jangan sampai melangkahi mayat tersebut (kita lebih baik kabur atau meghindarinya) karena itu adalah perwujudan Jin yang mau meminta tumbal.

Begitu juga dengan keranda mayat. Tetapi kalau yang kita temukan hanya berupa mayat yang tali ikatan Kafan-nya tidak lengkap misalkan hanya dua ikatan saja, itu biasanya merupakan ulah Leak (Tuselak) yang ingin menakuti tapi juga mungkin mau menyakiti kita. Kalau kita tidak memiliki kemampuan untuk melawannya, sebaiknya ini juga kita hindari saja.

Kembali kecerita saya tadi. Selama perjalanan saya tidak henti hentinya membaca ayat kursi yang saya yakini bisa menghindarkan saya dari gangguan ghaib atau roh jahat.

Alhamdulillah, saya melewati pohon asam angker tadi dengan tidak melihat apapun walaupun rasa takut tetap tak bisa pergi dari pikiran.

Titik angker kedua yang harus saya lewati untuk sampai di rumah saya adalah Pohon Dao tua ( Dao itu buahnya mirip kelengkeng tapi bijinya lebih kecil dan rasanya sedikit asam).

Menurut kepercayaan masyarakat di kampung saya, Pohon Dao ini di tunggu oleh Isin Gumi (Penghuni bumi) yang dalam penampakannya berwujud: Manusia raksasa yang hitam legam (suku sasak menyebutnya Belate), Kemudian Manusia dengan lidah yang sangat panjang bisa berpuluh puluh meter atau bisa juga Manusia berwujud seorang perempuan bertubuh tinggi dengan pakaian serba putih dan kakinya tak menyentuh tanah.

Konon katanya, mahluk ini sering muncul pada malam pertama di awal pergantian musim kemarau ke musim hujan. Makanya jarang sekali orang tua suku sasak mengijinkan anak anak mereka keluar rumah pada malam perganitian musim tersebut.

Sejauh ini saya belum pernah mendengar cerita orang yang mengindikasikan kalau mahluk tersebut suka menyakiti manusia. Tetapi meski tidak bermaksud menyakiti, saya yakin dengan hanya melihat penampakannya saja, orang bisa langsung jatuh pingsan dan sakit berkepanjangan atau malah mati di tempat.

Kembali saya dalam lindungan Allah SWT.

Saya berhasil melewati tempat angker ini denganselamat dan tidak melihat hal hal yang menakutkan.

Sekitar setengah kilometer dari rumah, saya melihat dua orang perempuan berjalan ke arah saya. Waktu itu sekitar jam 2.30AM.

Dari kejauhan terlihat kedua perempuan tersebut membiarkan rambut mereka tergerai. Yang satu berambut panjang hitam dan  agak keriting, yang satunya lagi berambut putih, ikal dan terlihat sedikit mengkilap.

Setelah mereka mendekat, saya merasa mengenali kedua perempuan tersebut. Mereka adalah ibu dan anak. Sang Ibu berusia sekitar 60 tahun sedangkan sang anak berusia sekitar 40 tahun.

Tetapi saya melihat ada  sesuatu yang menarik dari kedua perempuan tersebut.

Si ibu tua tersebut berjalan menggunakan tongkat, tetapi tongkat yang dia gunakan adalah ALU (Alat traditional suku sasak untuk menumbuk  padi terbuat dari kayu yang beratnya sekitar 2-5 kg).

Pantaskah barang seberat itu di gunakan sebagai tongkat? Tongkat dari Alu tadi juga mengeluarkan suara hentakan yang sangat besar kalau di hentakkan ke tanah.

Si anak juga terlihat sangat aneh sekali, di ujung hidungnya terdapat noda hitam yang mungkin sengaja di buat (sekilas terlihat mirip dengan hidung badut, tetapi ini warnanya hitam dan bundar).

Hidungnya jadi terlihat semakin besar. Bahkan sangat besar atau malah terlalu besar untuk manusia.

Kamipun akhirnya berpapasan. Seperti biasa saya akan selalu tersenyum cengengesan kalau betemu dengan orang yang saya kenal di jalan. Jadi begitu mereka berada di depan saya, sayapun langsung tersenyum walaupun tak menyapa.

Namun sepertinya si Ibu tidak mengenali saya, mungkin karena gelap. Saya mendengar si Ibu bertanya ke anaknya

“ Siapa sih dia?” si Anakpun memberitahu ibunya dengan menyebutkan nama orang tua saya.

Setelah berpapasan dengan mereka, saya merasa sedikit lebih tenang dan aman. Rasa takut sudah mulai hilang dari diri saya.

Sayapun meneruskan perjalanan pulang menyusuri jalan setapak yang gelap. Tetapi baru sekitar 200 meter saya berjalan, tiba tiba saya di hadang oleh seseorang bersenjatakan sebuah pedang panjang (orang sasak menyebutnya: Kelewang)

“ kemana mereka, kemana mereka?” Katanya berteriak sambil mengangkat pedangnya. Sayapun shock, kaget sekali tetapi saya tetap mendekat.

Setelah berhadapan dengannya, akhirnya sayapun mengenali wajahnya begitu juga sebaliknya.

“ Maaf, saya kira kamu tadi teman saya” katanya sambil tetap mengangkat pedangnya yang terlihat mengkilat.

Sepertinya dia dan temannya sedang mencari atau mungkin mengejar seseorang.

Tapi saya tidak begitu memperhatikan. Sayapun meneruskan perjalanan ke rumah saya yang sudah mulai terlihat.

Begitu saya sampai di rumah, saya heran melihat begitu banyak orang berkerumun di pinggir jalan di depan rumah saya.

Melihat saya datang mereka langsung menyerbu saya dengan pertanyaan pertanyaan yang membuat saya sangat kebingungan. Termasuk ibu saya sendiri.

“kamu habis dari mana?” Tanya ibu saya

“Dari nonton Joget” jawabu singkat

“Kamu tadi di jalan, tidak ketemu sesuatu yang menakutkan?” Ibu bertanya lagi

Dengan penuh kebingungan saya hanya menjawab  “ saya tidak melihat apa apa dan tidak bertemu siapa siapa”

Sambil membelai rambut saya Ibu mengucap syukur. Kemudian dia menceritakan kepada saya kalau masyarakat kampung kami sedang mengejar Leak (Tuselak) yang berwujud dua ekor kuda.

Seekor Kuda Putih dan hitam yang di yakini sebagai perwujudan Leak.

Entah kenapa tiba tiba pikiran saya tertuju kepada dua perempuan yang saya temui di jalan tadi.

Si ibu yang berambut putih terurai dengan tongkat ALU-nya dan si Anak dengan rambut hitam panjang terurai dengan hidung badutnya yang berwarna hitam bundar.

“Bukankah kalau ALU itu di hentakkan ke tanah akan menimbulakan suara seperti hentakan kaki kuda?”                                                                                                                                                                                        “Bukankah kuda juga hidungnya agak lebar dan biasanya warna di daerah sekitar hidung pasti berbeda dengan bagian muka lainnya?” Saya berfikir dalam hati.

Tiba tiba rasa takut kembali menghantui pikiran saya, sampai  sampai saya tidak berani tidur di kamar seorang diri. :-)

Tetapi saya berusaha melawan pikiran pikiran tersebut mengingat yang saya lihat bukanlah dua ekor kuda, tetapi dua orang manusia yang saya kenali sebagai Ibu dan anak yang berasal dari kampung sebelah.

Sampai saat ini saya tidak pernah menceritakan apa yang saya lihat malam itu. Khusunya mengenai si Ibu dan Anak. Karena saya tidak mau membuat orang berfikiran macam macam terhadap mereka.

Hari demi hari berlalu, Masyarakat di kampung saya masih saja membicarakan masalah kedua kedua ekor kuda jadi jadian tersebut.

Kalau sudah kumpul seperti itu, biasanya masing masing orang akan menceritakan pengalaman pengalaman mistik mereka. Bahkan tak segan mereka juga akan membahas mengenai orang orang di sekitar yang memiliki kemampuan untuk menakut nakuti orang dengan berubah wujud menjadi binatang dan sebagainya.

Pada saat itulah, salah seorang dari teman saya tiba tiba menceritakan kalau di kampung sebelah ada orang yang di yakini sebagai Leak (Tuselak) yang bisa berubah wujud dan orang itu adalah orang saya temui waktu itu.

Untungnya saya masih tetap bisa menahan diri untuk tidak menceritakan hal tersebut karena khawatir akan menimbulkan fitnah. Bahkan sampai cerita ini saya tulis, saya tidak akan menceritakan identitas orang tersebut.

Satu hal yang paling menarik sejak kejadian itu adalah, Kedua orang ibu dan anak yang saya temui waktu itu berubah menjadi pribadi yang sangat ramah dan selalu menyapa saya kalau bertemu di manapun.

Padahal dulunya mereka agak pendiam atau mungkin agak cuek.

Apakah saya pernah melihat Tuselak (Leak) yang benar benar nyata terlihat sebagai penakut?

Jawabannya “YA”

“Seperti apa rupanya?” itu akan saya ceritakan pada post berikutnya. J

About these ads

Satu pemikiran pada “Pengalaman Mistik| Wajah Wajah Tak Terdefiniskan

PEDOMAN KOMENTAR: Silahkan Masuk Menggunakan Akun WP, Facebook atau Twitter anda Untuk Bisa Turut Berkomentar. Mari bangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina, SARA dan Spam, berikan Jempol Bawah, sebagai tanda "TIDAK SUKA" dan untuk Komentar yang baik berikan Jempol Atas sebagai tanda “SUKA”.

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s