Polemik Pilih komodo adalah tema dari program Suara Anda yang di siarkan Metro TV malam ini jum’at 04 November 2011.
Hadir dalam acara tersebut adalah perwakilan dari Kementrian Pariwisata Sapta Nirwandar, Anggora DPR dari Fraksi Demokrat dan Perwakilan DPR dari Fraksi Golkar Meuthia hafidz dan Telewicara dengan DUBES RI Joko Susilo di Swiss.
Sungguh sangat miris sekali kalau kita harus melihat kenyataan bahwa Komodo yang kita banggakan akan tereliminasi dari nominasi World seven wonders of Nature hanya beberapa hari sebelum Line Voting di tutup (Kalah sebelum perang benar benar berakhir). Tapi mungkinkah itu benar benar akan terjadi?
Ada apa sebenarnya? Kenapa masalah kredibilitas terus saja menjadi acuan?Kenapa baru sekarang kredibilitas ini menjadi masalah? Bukankah pemilihan ini sudah melalui proses panjang yang memakan waktu bertahun tahun?
Kenapa kita tidak bisa konsentrasi melihatnya dari sisi pemasaran saja? atau dari sisi rendahnya tingkat ekonomi di daerah NTT yang memerlukan kesejahteraan?
DUBES RI di Swiss menyatakan kalau yayasan world seven wonders sama sekali tidak kredibel bahkan alamat kantornya saja tidak jelas. Hal ini di tegaskan juga oleh perwakilan dari Kementrian Pariwisata Sapta nirwandar yang menyatakan kalau pihak kementrian pariwisata beberapa kali mengirimkan surat tertulis ke alamat Yayasan world seven wonders tapi suratnya selalu kembali alias tidak sampai.
Pihak world seven wonders juga meminta pihak indonesia sebagai Host atau penyelenggara dengan membayarkan puluhan juta dollar yang jelas jelas di tolak oleh pemerintah. Akibat tolakan tersebut pihak world seven wonders kemungkinan akan mencoret atau mengeliminasi Komodo dari nominasi world seven wonders. Bahkan beliau menunjukkan sebuah surat dari pihak world seven wonders untuk membuktikan semua ucapannya.
Mendengar pernyataan tersebut tentunya masyarakat akan sangat kecewa karena suara mereka akan sia sia.
“di sela sela diskusi, perwakilan dari kementrian pariwisata juga memperlihatkan sebuah selebaran yang menunjukkan upaya lain dari pihak kementrian Pariwisata untuk mempromosikan Komodo, bahkan promosinya sudah sampai ke chicago” (:-/) Apaan tuh?
Kembali dengan polemik komodo di ajang pemilihan The New world seven Wonders, Kalau memang Komodo sudah atau akan di eliminasi dari daftar finalis kenapa Komodo masih ada di situs utama world seven wonders?
Ada apa dengan kliping artikel berikut mengenai masalah world seven wonders?
Meuthia hafidz dari fraksi Golkar menyatakan kesedihannya dengan banyak polemik yang di timbulkan justru akibat pernyataan petinggi petinggi negara yang terkesan kurang mendukung.
Tidakkah pemerintah seharusnya merasa bangga melihat bagaimana rakyat indonesia bersatu dengan memberi dukungan kepada komodo? bukankah itu salah satu ajang untuk memupuk kembali rasa nasionalisme setelah bangsa ini mengalami krisis nasionalisme?
Biarlah polemik menjadi polemik saja. Masyarakat NTB dan NTT khususnya dan pastinya sebagian besar masyarakat Indonesia akan tetap mendukung Komodo untuk terus maju dan menjadi yang terbaik di ajang world seven wonders.
Mari kita teruskan memberi vote buat Komodo. It costs us nothing,anyway.
Ingat pesan pak Jusuf Kalla, kemenangan Komodo berarti kesejahteraan bagi masyarakat NTT dan indonesia.
Tidakkah kita masih punya rasa iba yang terus mendengar berita busung lapar yang kerap menimpa anak anak di NTT. Sekarang giliran mereka punya peluang untuk memperbaiki kehidupan, Tegakah kita untuk mencekal mereka untuk hidup lebih baik dan layak?
Maju terus KOMODO.
Related articles
- Vote Komodo to Be the New World Seven Wonders of Nature (dasanbaru.wordpress.com)
- ActiveState Launches Komodo IDE 6 (prweb.com)
- Total Phase Announces the Komodo™ CAN Duo Interface at the Embedded World Exhibition in Nuremberg, Germany (prweb.com)


Dukung Pak JK mensukseskan Komodo sebagai world7wonders
Dukungan penuh buat pak Jusuf Kalla. Beliau juga yang telah mensukseskan penyelesaian pembangunan Bandara International Lombok (BIL) sehingga bisa beroperasi sekarang. Beliau adalah figur negarawan sesungguhnya.
Apa beneran di coret? salam
Sepertinya belum tapi masih mengambang~~~~seperti layangan putus