BIMA BERDARAH| JERITAN MASYARAKAT YANG TERABAIKAN

Belum juga selesai kasus berdarah di Mesuji, Tragedi Kemanusiaan kembali terjadi kali ini menimpa masyarakat Bima, Nusa Tenggara Barat dimana dua warga terbunuh mengenaskan dan puluhan lainnya luka berat akibat bentrok dengan aparat keamanan.

Hal ini bermula dari pemblokiran Pelabuhan Sape, Bima oleh warga sebagai bentuk protes dan penolakan warga atas di izinkannya PT Mineral Nusantara untuk melakukan eksplorasi tambang emas di daerah mereka.

Anehnya pemblokiran pelabuhan sape telah di lakukan oleh warga sejak tanggal 19 Desember,  tetapi kenapa pemerintah tidak melakukan upaya mediasi yang maksimal dengan warga sejak hari pertama untuk mencegah hal seperti ini terjadi? Kenapa selalu warga yang di rugikan dan tersudutkan?

Kenapa rakyat kecil harus selalu berada pada posisi yang di salahkan dan harus terkalahkan?

Hal seperti ini terus saja terjadi di negeri ini dan rakyat kecil selalu berada pada posisi yang tersakiti. Akankah keadilan benar benar bisa di tegakkan di negeri ini?

Dimana nilai nilai kemanusiaan bangsa ini? Adakah “MEREKA” masih peduli dengan nasip rakyat jelata? Kapankah kedamaian benar benar akan tercipta?

About these ads

PEDOMAN KOMENTAR: Silahkan Masuk Menggunakan Akun WP, Facebook atau Twitter anda Untuk Bisa Turut Berkomentar. Mari bangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina, SARA dan Spam, berikan Jempol Bawah, sebagai tanda "TIDAK SUKA" dan untuk Komentar yang baik berikan Jempol Atas sebagai tanda “SUKA”.

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s