Beranda » Gossip » Tehnologi Dalangi Maraknya Video Porno ABG Indonesia

Tehnologi Dalangi Maraknya Video Porno ABG Indonesia

OUR COMMUNITY

Bergabunglah dengan 11.394 pengikut lainnya.

Blog Owner

COMING SOON!

Crazy Vouchers

www.crazyvouchers.co.id

Introducing Bali SVARGA LOKA

Whats new Bali

Bali Svarga Loka

LIFE TRAFFIC COUNTER

free counters

Follow us On Twitter

visitoronline

  • 4,313,522 Readers

SITE INFORMATION

TEMPO.CO, Yogyakarta – Perkembangan pesat teknologi media komunikasi diduga menjadi faktor pendorong maraknya perilaku remaja Indonesia untuk menjadi aktor dadakan video porno amatir.

Hasil pengamatan terhadap 100 video porno Indonesia berdurasi 9-10 menit, sebanyak 90 persen pelaku merupakan anak muda. Sebanyak 76,3 persen memperlihatkan kegiatan seksual dan 91,4 persen pembuatan film dilakukan di ruangan tertutup.

“Kebanyakan remaja itu senang memproduksi filmnya di hotel atau tempat kos,” kata Peneliti Pusat Studi Kependudukan & Kebijakan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Basilica Dyah Putranti, usai diskusi publik bertema “Remaja, Media dan Pornografi”, Rabu 28 Maret 2012.

Dari penelitian tersebut, Basil menilai sangat sedikit relasi yang menunjukkan adanya unsur keterpaksaan. »Hampir 64 persen film amatir itu memperlihatkan perempuan yang berinisiatif saat berhubungan seksual,” kata dia.

Sementara itu, 71 persen gambar film memperlihatkan hubungan seksual anak muda tanpa sehelai benang. Aktivitas seksual lain yang bisa dibaca dari video amatir ini, 51,6 persen intercourse, 11 persen oral sex, lain-lain potongan adegan ciuman, mandi, striptease dan beberapa pelaku berseragam,” kata dia.

Meski demikian, Basilica mengatakan metodologi penelitian yang dilakukan pihaknya memang belum sepenuhnya menyeluruh. Namun, dari survei awal tersebut ia meyakini bahwa dari 100 video porno yang dianalisis mengandung banyak informasi.

»Dari analisis tidak ditemukan aktivitas homoseksual, namun terdapat aktivitas seksual lesbian,” kata dia. Sementara untuk perempuan dengan penampilan seksi menggunakan bikini tidak terlalu banyak ditemui.

Penelitian itu dikumpulkan dengan mengambil secara random file di sejumlah warung internet di Yogyakarta. »Saya mengambil secara random, dan 79,6 persen menampilkan sosok tubuh perempuan,” kata dia.

Sementara Rina Widarsih, Manajer Divisi Pendampingan, merasa prihatin dengan survei itu. Dia berpandangan perkembangan teknologi komunikasi memicu meningkatnya jumlah pengakses pornografi di kalangan remaja sehingga terjadi tindak perkosaan dan hubungan seksual di kalangan remaja. “Internet, hand phone menjadi perantara dan menjadi tools terjadinya hubungan sex,” kata dia.

Ia mensinyalir hal ini juga memberi dampak pada maraknya kasus perkosaan remaja seperti terjadi di Kabupaten Gunung Kidul, Bantul, dan Kulon Progo. »Semua terjadi dimulai dengan berkenalan melalui media online atau hand phone. Dari hubungan itu berlanjut saling berkomunikasi, kopi darat dan terjadilah tindak hubungan seksual,” kata dia.

Rina semakin prihatin manakala usia pelaku cenderung masih tergolong anak-anak, sekitar 7-10 tahun. Mereka telah melakukan hubungan seksual karena pengaruh video porno di rumah atau hand phone milik orang tua. “Inilah yang mempercepat anak-anak memiliki pengalaman-pengalaman seperti itu,” katanya.

Sementara itu pengamat Teknologi Informasi dan Komunikasi Wing Wahyu Winarno menolak jika perilaku remaja itu semua disebabkan kemajuan media komunikasi. Dia menjelaskan seks adalah kebutuhan natural manusia normal, hanya saja hal itu kini ditunjang adanya media komunikasi.

“Meski cukup sulit membatasi akses pornografi, tapi semua itu bisa dimulai dari lingkungan lebih dekat seperti keluarga. Makanya keluarga seharusnya juga melek teknologi,” kata dia.


3 Komentar

  1. tgghghg mengatakan:

    silit ndapullllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllll

    Suka

  2. Miguel mengatakan:

    tergantung orang menggunakannya… teknologi adalah ilmu pengetahuan, jika kita menggunakannya untuk hal-hal yang baik, hasilnya juga baik, tapi kalau yang tidak baik pasti dapatnya juga yang tidak baik… Jadi kalau mau ngerekam video pribadi disimpan dengan baik, tersembunyi, kalau bisa pakai password..

    Suka

  3. bagong mengatakan:

    ya ga sepenuhnya benar……….tp sedikit banyak memang tehnologi untuk saat ini apalagi yg namanya internet………….dah pasti banyak banget ikut andil timbulnya/ maraknya video porno oleh sebab bigitu gampangnya dan banyak situs2 yg menyajikan baik gambar, tulisan bahkan filmnya sekalipun yg begitu mudah diunduhnya…………..//???????????????

    Suka

PEDOMAN KOMENTAR: Silahkan Masuk Menggunakan Akun WP, Facebook atau Twitter anda Untuk Bisa Turut Berkomentar. Mari bangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina, SARA dan Spam, berikan Jempol Bawah, sebagai tanda "TIDAK SUKA" dan untuk Komentar yang baik berikan Jempol Atas sebagai tanda “SUKA”.

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 11.394 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: