Daftar Korban Amuk Massa Akibat Isu Penculikan Anak di Lombok

Mari bersama hentikan semua ini! Sudah cukup banyak korban yang berjatuhan. Apakah mereka benar benar pelaku penculikan? Siapa yang bisa membuktikannya? Mari dahulukan rasa prikemanusiaan. Hindari tindakan Anarkis.

Berikut adalah Lima Korban Amuk Massa Karena “di duga” sebagai Pelaku Penculik Anak

Korban pertama adalah Amaq Rohmani alias Badrun warga dusun Dasan Koak desa Mekarsari, kecamatan Swela yang sehari hari menggantungkan hidupnya dari meminta minta untuk menghidupi putri semata wayangnya yang berusia 13 tahun.  Badrun di hakimi massa hingga tewas di Polsek Kediri, Lombok Barat. Kini Rohmani, putri tunggal Badrun hidup sebatang kara karena ibunya sendiri sudah meninggalkannya sejak 13 tahun silam. (vivanews)

Korban Kedua adalah Suhaimi, 28 tahun, warga Dusun Bulang Desa Semoyang Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah. Suhaimi  tewas setelah dihakimi massa di Desa Sukaraja Kecamatan Jerowaru Lombok Timur. Suhaimi juga diduga menjadi pelaku penculikan anak oleh masyarakat. Awalnya Suhaimi dan tiga orang rekannya mengendarai Mobil Avanza bernomor polisi DK 1446 AP dan melintasi wilayah Lingkoq Bunut, Desa Lekor, Kecamatan Janapria. Ketika itu salah seorang teman Suhaimi turun dari Mobil dan hendak bertanya sesuatu kepada salah seorang warga, tapi tiba tiba rekan Suhaimi itu mengurungkan niatnya dan kembali masuk kedalam Mobil. Karena urung bertanya, salah seorang warga memanggil rekan Suhaimi tersebut tetapi tidak di gubris dan mobil langsung pergi. Mungkin karena di anggap mencurigakan akhirnya salah seorang warga meneriaki mereka Penculik Anak dan langsung mengejar mobil korban. Entah karena panic atau apa mobil suhaimi terus melaju kencang hingga sampai di Lombok Timur. Disana mobil korban terhenti dan warga langsung melempari mobil korban dengan batu. Tiga rekan suhaimi berhasil kabur menyelamatkan diri, sedangkan Suhaimi yang menjadi Sopir Mobil Avanza tersebut tewas di hakimi warga. (JPNN)

Korban ketiga (TBA). Menurut info korban di amuk oleh massa hingga tewas di desa Selat, Narmada.

Dua korban terakhir adalah Dedy dan Arif (Abeng) warga Bima yang bekerja sebagai penjual obat traditional keliling di daerah wisata pantai Kuta, Lombok Tengah. Menurut salah seorang pembaca Blog ini, kedua korban tersebut adalah saudara sepupu yang sebenarnya sudah cukup lama mengadu nasip di Pulau Lombok sebagai Penjual Obat keliling. Kematian kedua orang ini adalah yang paling mengenaskan karena dibakar hidup hidup oleh warga di Polsek Kuta, Lombok Tengah. Masing masing korban memiliki putra putri yang kini harus menjadi yatim karena kesalahan yang belum bisa dibuktikan.

About these ads

23 comments

  1. adyt · Oktober 23, 2012

    sungguh mlang nzib mreka.,..jika memang mreka tdak melakukan apa yg kita duga,kita udh zlim menganiaya merka,sesungguhx org yg teraniaya di kbulkan zmua doax zblum mreka menghembuzkan nafaz trahirx.zmga Allah menerima amal ibdahx…..

    Suka

  2. Muhammad Atiah · Oktober 23, 2012

    Iman dan rasa malu sudah hilang dan kepercayaan terhadap aparat sudah tiada, sehingga masyarakat berbuat semaunya. langkah apakah yg harus dilakukan oleh Gubernur dan juga sebagai seorang Tuan Guru untuk memberikan pemahaman terhadap warga NTB.

    Suka

    • Fadhil · Oktober 23, 2012

      Kjadian ini merupakan tguran bagi aparat penegak hukum, yg sudah disektor saja tdk bisa diamankan, apalagi yg masih diluar..

      Suka

      • DSB Channel · Oktober 23, 2012

        @ Fadhil :

        No Comment. But I do Like Your Comment.

        Yang Anggota Polisi mohon didengarkan!

        Suka

  3. abdul latif · Oktober 23, 2012

    Sebaiknya kita harus waspada,,dalam hal ini kita harus punya pelindung supaya kita jangan mati konyol dan dikonyolkan..

    Suka

    • DSB Channel · Oktober 23, 2012

      Kami setuju dengan Mas Abdul Latif. Waspada memang sangat perlu tetapi kita juga harus menimbang baik buruk dari setiap tindakan kita serta dampaknya dikemudian hari

      Suka

  4. professor · Oktober 23, 2012

    terkutuklah kalian para PEMBUNUH!!!!.sekalipun polisi tidak bisa mengenali kalian satu persatu, dihari pembalasan kalian tidak akan luput dr siksa Allah.semoga keluarga yg ditinggalkan diberi ketabahan.amin.

    Suka

  5. syafasgap@ymail.com · Oktober 23, 2012

    contoh yg tidak perlu di tiru,sungguh prikemanusian yg tidak terpuji

    Suka

  6. Angga Joe · Oktober 23, 2012

    Ya Allah,,,berikanlah kami rasa saling cinta, rasa saling mengasihi sesama insan agar tdk terjadi hal2 yg tdk terpuji

    Suka

  7. DENY · Oktober 23, 2012

    TUNGGU AJA LAKNAT DAN AZAB DARI ALLAH BAGI ORANG ORANG YANG TERLIBAT DALAM PEMBUNUHAN ORANG YG TIDAK BERSALAH…..TERNYATA MANUSIA LEBIH KEJAM DARI BINATANG…….ALLAH MAHA TAU ….MAHA ADIL…

    Suka

  8. mustiadi · Oktober 23, 2012

    Yaaaa…..Allah berilah petunjuk bagi ummat islam khusunya dan bagi ummat lainnya pada umumnya supaya kedamaian selalu beserta kita dan kami mengharap lindunganmu dan dilindungi dari mara bahaya yang menimpa warga NTB ini yaaa… Allah berilah petunjuk bagi orang sesat dan menyesatkan….

    Suka

  9. mustiadi · Oktober 23, 2012

    Mari kita menjaga keluarga dan anak cucu kita dari orang-orang jahat, mulai dari doa sampai dengan tindak -tanduk kita yang benar dan terpuji jangan cepat terpancing oleh isu-isu yang belum tentu benar adanya. Cari kebenaran melalui iman kita masing-masing supaya kita selalu diberikan kebenaran yang sebenarnya.

    Suka

  10. Zyahwan Alfian · Oktober 23, 2012

    jangan pernah main hakin sendiri,,tanpa bukti dan saksi yang jelas karena bisa merugikan orang lain.semoga korban kekkerasan di ampuni dosa’y & semoga tenang di alam sana amin..

    Suka

  11. syamsul rijal · Oktober 23, 2012

    PULAU SERIBU MASJID 3000 PEMBUNUH…..

    Suka

  12. shadow · Oktober 23, 2012

    MANUSIA PRIMITIF GAK BERPENDIDIKAN, LULUSAN TK. ISU ISU DI PERCAYA BODOH

    Suka

    • DSB Channel · Oktober 23, 2012

      @ Shadow

      Jangan salah Gan, di Lombok juga banyak sekali orang2 cerdas dan berpendidikan tinggi serta menjadi bagian dari Top people di pemerintahan.
      tetapi anda juga benar, bahwa tindakan main hakim yang telah terjadi adalah sebuah kesalahan.

      Suka

  13. Gde Uje · Oktober 23, 2012

    Katanya dalam pengajian dan dalam kitab suci Al-qur’an “membunuh sesama manusia adalah dosa besar”, tapi ……..kenapa masih saja kaian lakukan?
    Makanya…….selidiki dulu deh sebelum bersaksi dan bereaksi yang bukan2.
    Tu lihat……anak2 mereka jadi yatim, kasihan mereka.
    Lalu…..bagaimana kalau ini terjadi pada anda sendiri?
    Camkan itu ya jamaah.
    Manok ato basong bae ndet gemes pemerikukn, muk kaling sak pade tan ta jari manunsie batur.

    Suka

    • DSB Channel · Oktober 23, 2012

      @ Gde Uje

      Kami mendengarkan tausiah anda pak ustadz. hehe.

      Suka

  14. win · Oktober 23, 2012

    Bukan pembangunan fisik yg megah menjadi kesuksesan gubernur atau suatu daerah tp pembangunan pendidikan maju, iman yang terarah serta kecerdasan intelektual yang di nilai mata dunia.
    Jika sdh terjadi seperti ini, hanya jempol ke bawah dan jari tengah mengacung untuk semua pelaku dan oknum2 yg terlibat dalam pembunuhan keji tsb.

    Suka

    • DSB Channel · Oktober 23, 2012

      @ Win

      Semoga saja kritikan anda bisa mendapatkan perhatian dari pihak terkait.

      Suka

  15. syamsul rijal · Oktober 23, 2012

    kt mmiliki otak utk brpikir,jgn mnggunkn otot at dengkul donk……

    Suka

PEDOMAN KOMENTAR: Silahkan Masuk Menggunakan Akun WP, Facebook atau Twitter anda Untuk Bisa Turut Berkomentar. Mari bangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina, SARA dan Spam, berikan Jempol Bawah, sebagai tanda "TIDAK SUKA" dan untuk Komentar yang baik berikan Jempol Atas sebagai tanda “SUKA”.

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s