32012_123149614373074_100000341073975_190267_7866053_n

Prosesi Adat Pemberian Nama Bayi Sasak

XV5JAWUMCUJQ

Di sebagian besar wilayah Indonesia, pemberian nama bagi bayi yang baru lahir adalah hal yang sangat sakral dan harus di lakukan sesuai adat yang berlaku di masing masing daerah.

Di Lombok misalnya, Begitu bayi di lahirkan kita tidak bisa begitu saja menamai sang bayi. Kita tetap bisa menyiapkan nama bagi si bayi walaupun dia masih di dalam kandungan, tetapi pemberian nama harus di lakukan melalui prosesi adat yang bagi masyarakat di sebut “Medaq Api”.

Sementara si bayi mendapatkan nama yang tepat sesuai keinginan orang tuanya, biasanya masyarakat akan memanggil si bayi dengan sebutan “keseq” untuk bayi laki laki dan “koweq” untuk bayi perempuan.

Upacara adat “medaq api” atau pemberian nama bayi ini biasanya di lakukan setelah tali pusar bayi terputus secara alami, yaitu pada saat bayi memasuki usia 5-9 hari.

Ada satu hal yang cukup menarik dalam penentuan nama bayi menurut adat istiadat masyarakay suku sasak. Biasanya orang tua akan memberikan beberapa pilihan nama bagi si bayi dan menuliskannya di selembar kertas untuk masing masing nama, kemudian meletakkan kertas kertas berisi nama tersebut di sisi tempat tidur si bayi. Jika si bayi memegang salah satu kertas berisi pilihan nama tersebut, maka biasanya masyarakat akan berasumsi nama itulah yang di sukai sama si bayi.

Nama yang sudah di pilih tadi akan di serahkan ke pemuka adat atau pemuka agama untuk di do’akan.

Keluarga bayi kemudian akan meyiapkan upacara (pesta syukuran) dengan mengundang para tokoh adat (masyarakat) dan tokoh agama setempat beserta masyarakat di sekitarnya untuk turut merayakan kebahagiaan mereka.

Upacara tersebut lebih banyak berisi do’a atau zikir yang di pandu oleh tokoh agama. Setelah upacara do’a (zikir) selesai, masing masing orang yang hadir biasanya akan mengolesi dahi si bayi dengan menggunakan bekas tanah yang ada di jempol kaki kanan mereka. Pengambilannya sendiri harus di lakukan dengan menggunakan jempol tangan kanan barulah di oleskan pada jidat si bayi. Tujuannya adalah agar si bayi terhindar dari bala (hal hal yang tidak di inginkan). Pengolesan jidat bayi tersebut di sebut “Sembeq”.

ARTI SEBUAH NAMA

Dafi Raditya Alfath lahir pada tanggal 29 April 2010. Nama Dafi Raditya Alfath di ambil dari bahasa Arab dan Sanskrit. Dafi (Arab) berarti Pemberi semangat atau Motivator. Raditya (Sanskrit) berarti Pahlawan, Tokoh atau Orang penting. Alfath (Arab) berarti Kesuksesan atau Keberhasilan juga berarti pembuka. Secara…

Beri peringkat:

KALA KELUARGA DAN SAUDARA ADALAH ASA

IMG_8295

Image by Maris Pukitis via Flickr

 Kala.............
 Persaudaraan tak lagi indah
 Persahabatan tak lagi di iringi  setia

 Pengorbanan hidup tak lagi berharga
 Harapan tak lagi ada
 Asa tak lagi membara
 Cinta seolah enggan menyapa
 Bahkan diri sudah tak lagi mampu bersapa
 Apakah artinya semua itu?
 
 Kala,
 Keluarga dan saudara adalah asa,
 Asa yang selalu menjadi kekuatan dalam menapaki kerikil kerikil tajam kehidupan.  Kini,
 Asa itu mulai meleleh bagai keringat yang menetes dari tubuh yang berdaki
 Sehina itukah raga ini, sehingga asa pun meninggalkan raga?


 
 :-(

Adit R Alfath

Adit R. Alfath

10 Facts About Me!

• For me, Family is “Numero Uno”
• I Have four younger brothers no sisters
• I Like Bali very much, but I Prefer to Stay in Lombok
• I’m an idealist, Realists but not egoist
• I hate politic but I enjoy discussing politic issue IoI?
• I mostly listen to Michael Buble’ & Jack Johnson
• I watch Prison Break from the 1st season
• I read “The Client”, & “The pelican Brief”, by John Grisham
• I’m a Hard worker & Hard thinker
• I’m Just a Human Being Just like everyone else.

ONLY TRUST YOUR SELF

I was terribly wrong with every decision I made in the past. Decisions I made to help, to care, to guard, to look after and to be always there when they needed me.

Now, I ‘m down. Suffering in pain. Where are they? They don’t even wanna look at me, when I’m begging for help.

I’m now realize that to do something good isn’t always a good thing to do. But should there be regret?
I don’t think so. What’s done is done.
I’m gonna have to change myself. A good lesson for me, not to be “too much” to others, rather than to yourself.
There’s no one that you can “TRUST” more than 50% other than yourself. Others may support you when you are on top, but deep inside their mind they wanna drag you down and spit on you when you are down below them.
So now “ONLY TRUST YOURSELF”. Not even those that you call “FRIENDS” or those that related to you as the same blood. It’s just “YOUR SELF” that you can trust completely. (I’m know fighting against my own mind).