Fanny Octora

Apa Tanggapan Anda Tentang Pernikahan Express Bupati Garut Aceng Fikri dan Fanny Octora?

Bupati Garut

Pernikahan Express Aceng Fikri & Fanny Octora

Makin hari makin Hot saja Gossip tentang pernikahan Express Bupati Garut Aceng Fikri dengan Fanny Octora. Pernikahan Bupati Garut yang hanya berumur 4 hari tersebut kini telah menjadi berita wajib di berbagai Infotainment.

Meskipun mendapat kecaman dari berbagai kalangan tetapi Bupati Garut Aceng Fikri tetap bersikukuh bahwa apa yang telah dia lakukan bukanlah sesuatu yang salah. Beliau berdalih pernikahan beliau adalah salah satu upaya untuk menghindari zina. Adapun pernikahan yang hanya berumur 4 hari itu beliau akhiri karena alasan sang Istri 4 Hari Fanny Octara sudah tidak suci.

Dari sekian banyak pemberitaan media tentang hubungan pernikahan super singkat sang Bupati belum ada satupun statemen dari Fanny Octora mengenai alasan Bupati Garut Aceng Fikri menceraikannya.

Terlepas dari sebab musabab perceraian dari pernikahan sensasional Sang Bupati, ada sisi lain yang paling pantas mendapatkan perhatian extra yaitu dampak Psikologis yang di alami oleh sang istri “4 Hari” Fanny Octora.

Hal lain yang menjadi buah bibir banyak kalangan dari pernikahan singkat Sang Bupati Garut Aceng Fikri adalah bermunculannya Pernyataan Pernyataan Kontroversial yang di lontarkan Bupati tersebut diantaranya:

“Saya sudah keluar uang hampir habis Rp 250 juta, hanya nidurin satu malam. Nidurin artis saja tidak harga segitu.”

Sejumlah Artis pun angkat bicara menanggapi pernyataan tersebut. Penyanyi pendatang baru Raisa mengatakan: “ Kalau tidak tau apa apa mending beliau tidak usah ngomong. Mungkin karena beliau banyak uang makanya berani bicara begitu. Padahal uang tersebut belum tentu juga uang beliau.”

Artis Fitri Carlina juga tidak mau ketinggalan memberikan tanggapan dari pernyataan yang menyudutkan Artis tersebut. Fitri memberikan tanggapan dengan melantunkan penggalan bait lagu “ABG Tua”.

“Sumpah demi Allah, demi Rasulullah. Saya kan duda, pernah punya istri.” (hal ini membuat Fanny Octora menganggap sang bupati sebagai penipu karena pada kenyataannya masih memiliki istri).

“Terlepas yang namanya Perawan itu dipakai lalu berdarah, tapi ini, dari ekspresi dia (Fany) seperti orang yang sudah terbiasa.” (Aceng merasa tertipu oleh Fany).

“Kalau saya mengutarakan alasan karena tidak perawan, masa sih, saya kayak orang yang tidak punya etika saja. (membantah pernah menyatakan menceraikan Fany karena ia tidak perawan).

“Nikah itu kan perdata, perikatan, akad. Jadi kalau dianalogikan, tidak ada bedanya nikah dengan jual beli, kalau tidak sesuai speknya, ya tidak apa-apa dikembalikan.” (mengenai alasan menceraikan Fany)

Ternyata hanya karena ekspresi, Bupati Garut Aceng Fikri menganggap Fanny Octora sudah tidak suci.

Akibat meluasnya pemberitaan media seputar Pernikahan Express tersebut jabatan Aceng Fikri sebagai Bupati Garut kemungkinan akan sangat terancam. Bagaimana dengan beban mental yang harus dipikul Fanny Octora?

jp

Daftar Korban Amuk Massa Akibat Isu Penculikan Anak di Lombok

Mari bersama hentikan semua ini! Sudah cukup banyak korban yang berjatuhan. Apakah mereka benar benar pelaku penculikan? Siapa yang bisa membuktikannya? Mari dahulukan rasa prikemanusiaan. Hindari tindakan Anarkis.

Berikut adalah Lima Korban Amuk Massa Karena “di duga” sebagai Pelaku Penculik Anak

Korban pertama adalah Amaq Rohmani alias Badrun warga dusun Dasan Koak desa Mekarsari, kecamatan Swela yang sehari hari menggantungkan hidupnya dari meminta minta untuk menghidupi putri semata wayangnya yang berusia 13 tahun.  Badrun di hakimi massa hingga tewas di Polsek Kediri, Lombok Barat. Kini Rohmani, putri tunggal Badrun hidup sebatang kara karena ibunya sendiri sudah meninggalkannya sejak 13 tahun silam. (vivanews)

Korban Kedua adalah Suhaimi, 28 tahun, warga Dusun Bulang Desa Semoyang Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah. Suhaimi  tewas setelah dihakimi massa di Desa Sukaraja Kecamatan Jerowaru Lombok Timur. Suhaimi juga diduga menjadi pelaku penculikan anak oleh masyarakat. Awalnya Suhaimi dan tiga orang rekannya mengendarai Mobil Avanza bernomor polisi DK 1446 AP dan melintasi wilayah Lingkoq Bunut, Desa Lekor, Kecamatan Janapria. Ketika itu salah seorang teman Suhaimi turun dari Mobil dan hendak bertanya sesuatu kepada salah seorang warga, tapi tiba tiba rekan Suhaimi itu mengurungkan niatnya dan kembali masuk kedalam Mobil. Karena urung bertanya, salah seorang warga memanggil rekan Suhaimi tersebut tetapi tidak di gubris dan mobil langsung pergi. Mungkin karena di anggap mencurigakan akhirnya salah seorang warga meneriaki mereka Penculik Anak dan langsung mengejar mobil korban. Entah karena panic atau apa mobil suhaimi terus melaju kencang hingga sampai di Lombok Timur. Disana mobil korban terhenti dan warga langsung melempari mobil korban dengan batu. Tiga rekan suhaimi berhasil kabur menyelamatkan diri, sedangkan Suhaimi yang menjadi Sopir Mobil Avanza tersebut tewas di hakimi warga. (JPNN)

Korban ketiga (TBA). Menurut info korban di amuk oleh massa hingga tewas di desa Selat, Narmada.

Dua korban terakhir adalah Dedy dan Arif (Abeng) warga Bima yang bekerja sebagai penjual obat traditional keliling di daerah wisata pantai Kuta, Lombok Tengah. Menurut salah seorang pembaca Blog ini, kedua korban tersebut adalah saudara sepupu yang sebenarnya sudah cukup lama mengadu nasip di Pulau Lombok sebagai Penjual Obat keliling. Kematian kedua orang ini adalah yang paling mengenaskan karena dibakar hidup hidup oleh warga di Polsek Kuta, Lombok Tengah. Masing masing korban memiliki putra putri yang kini harus menjadi yatim karena kesalahan yang belum bisa dibuktikan.

aksi pengeroyokan

Video Pengeroyokan Terduga Pelaku Penculik Anak di Lombok

Salah seorang terduga pelaku penculikan anak di amuk oleh masyarakat hingga tewas. Peristiwa ini terjadi di Polsek Kediri, Lombok Barat Minggu 21/10/2012.

Ratusan warga yang sudah tidak bisa menahan emosi memaksa menerobos Polsek Kediri, Lombok Barat dan melempari terduga pelaku penculikan dengan batu sampai bersimbah darah dan tewas mengenaskan.

Kejadian ini sangatlah disayangkan karena mestinya kalau orang tersebut benar benar pelaku penculikan, dia bisa dijadikan sebagai alat untuk membongkar mata rantai sindikat penculik anak yang meresahkan masyarakat Lombok belakangan ini.

Related Articles:

artis mega hot nikita mirzani

Artis Mega Hot Nikita Mirzani Terancam 5 Tahun Penjara

Artis Mega Hot Nikita Mirzani terduga pelaku pemukulan terhadap seorang wanita bernama Olivia di sebuah Klub Malam terancam Hukuman 5 Tahun Penjara jika dikenakan pasal 351 tentang penganiayaan. Sementara kasusnya dalam proses penanganan pihak berwajib, Nikita Mirzani akan di tahan diselama 20 Hari.

Kejadian pemukulan oleh seorang Artis Seksi yang tiap hari wara wiri di layar televisi dalam balutan busana seksi ini, sontak menjadi buah bibir banyak orang dan menjadi isi berita berbagai media elektronik maupun Televisi.

Meskipun kejadian pemukulan oleh Nikita Mirzani sempat terekam oleh Kamera CCTV, namun menurut beberapa pihak tetap mengklaim bahwa Nikita Mirzani hanya berupaya melakukan peleraian terhadap sebuah pertengkaran yang terjadi di Club tersebut.

Kini ancaman 5 tahun penjara menghantui Presenter Jakarta Belum Tidur ini. Jika hukuman lima tahun penjara benar benar terjadi, bagaimana dengan kelanjutan karir artis super seksi yang konon kabarnya bakal Go International dengan menjadi salah satu Model Majalah Pria terpopuler didunia “Playboy” ini?

Tindak kekerasan yang dilakukan oleh artis bukanlah kali pertama terjadi. Sebelumnya beberapa tahun yang lalu, artis Ratu Felisha sempat mengalami kasus serupa yaitu melakukan pemukulan terhadap seorang pria bernama Andika yang membuat Ratu Felisha di jatuhi hukuman 3 bulan penjara.

Akankah Nikita Mirzani bernasip baik seperti Ratu Felisha yang hanya dikenakan hukuman 3 bulan penjara?

Galeri

Drama Wisma Atlet| Episode Konfrontasi Angie-Rossa

Galeri ini berisi 1 foto.

Harapan untuk bisa menguak semua kasus korupsi di negeri sepertinya hanya akan tinggal cerita saja. Kasus Korupsi Wisma Atlet yang konon melibatkan banyak Pejabat Tinggi Negara ini, sepertinya akan Anti-Klimaks. Bagaimana tidak, Para Penegak Hukum sepertinya enggan untuk benar benar … Baca lebih lanjut

Beri rating: