Relakah Anda kalau KOMODO di Tukar dengan PANDA?

Beijing (ANTARA News) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan pemerintah Indonesia dan China sepakat untuk menjajaki kemungkinan kerja sama pertukaran komodo dan panda.

“Tukar menukar komodo dan panda, semua sedang diteliti,” katanya di sela-sela kunjungan kenegaraan di Beijing, Sabtu.

Pihak-pihak terkait di Indonesia dan China sepakat untuk duduk bersama. Mereka melakukan penelitian dan mendalami hal-hal teknis tentang konsep pertukaran itu, terutama terkait cuaca di kedua negara.

“Mudah-mudahan saat dingin komodo tidak terganggu, dan saat musim panas panda tidak terganggu,” katanya.

Selain soal panda dan komodo, Presiden juga menyinggung tentang kerja sama perdagangan walet, kerja sama kelistrikan, gas bumi, dan rencana pendirian kantor Bank Mandiri di Shanghai.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia dan pemerintah China sepakat untuk menjalin enam bidang kerja sama untuk meningkatkan kualitas persahabatan dan kesejahteraan kedua negara.

Kesepakatan itu terwujud dalam penandatanganan enam nota kesepahaman yang disaksikan oleh Presiden Yudhoyono dan Presiden Hu Jintao di “The Great House of the People”, Beijing, China, Jumat.

Keenam kesepahaman itu meliputi kerjasama dalam bidang maritim, bidang rencana perjalanan warga negara China ke Indonesia, bidang pengembangan pusat kelautan dan iklim.

Kemudian bidang pemberantasan narkotika, bahan terlarang, dan psikotropika.

Selain itu juga ada kerja sama dalam bidang pertukaran data statistik barang eksternal, dan kerjasama kearsipan antara Arsip Nasional dan Administrasi Arsip Negara China.

Pendapat Gue:

Kalimat yang paling tepat untuk menjadi pembuka dalam menyikapi berita ini adalah “INNA LILLAHI WAINNA ILAHI RAJIUN”. Ternyata bukan hanya HATI NURANI yang telah mati, tetapi juga AKAL SEHAT para petinggi negara yang ingin menukarkan KOMODO dengan PANDA.

Jelas jelas KOMODO adalah ICON yang hanya di miliki oleh INDONESIA dan merupakan berkah dari TUHAN untuk rakyat INDONESIA SAJA. Hanya Indonesia, bukan negara lain di dunia ini.

HANYA INDONESIA YANG BERHAK MEMILIKI KOMODO.

Tidakkah pemerintah memikirkan dampak dari pertukaran ini dalam kurun waktu dua atau tiga puluh tahun kedepan? Kalau sampai Komodo di pelihara di China, secara otomatis orang tidak akan mau lagi datang ke Indonesia untuk melihat hewan langka ini. Karena pastinya China akan melakukan berbagai cara agar turis lebih suka datang ke China untuk melihat KOMODO daripada ke Indonesia yang merupakan asal asli Komodo.

Ingat pemerintah China jauh lebih pintar, lebih cerdas dan lebih jujur dalam menata industry pariwisata mereka sehingga orang orang akan lebih memilih ke China daripada ke Indonesia.

Sekali lagi INNA LILLAHI WAINNA ILAIHI RAJIUN. Tahukah kita sudah berapa banyak Flora dan Fauna asli Indonesia yang di kembang biakkan di negara lain?

Buat para petinggi negara, NYEBUT 3x! Ingat Tuhan, Ingat Mati! Jangan koyak lagi hati rakyatmu yang jelata ini.

KOMODO sudah seperti Anak Kandung bagi segenap Rakyat INDONESIA. Apa mungkin ada orang waras yang mau menukarkan Anak Kandung mereka sendiri dengan orang lain?

Maaf tapi ini sudah KETERLALUAN! Sebagai rakyat jelata, dari pada melihat Komodo di tukarkan dengan Panda, lebih baik orang yang mau menukarkannya itu saja yang di Tukar sama apa saja sudah!.

Drama Wisma Atlet| Episode Konfrontasi Angie-Rossa

Harapan untuk bisa menguak semua kasus korupsi di negeri sepertinya hanya akan tinggal cerita saja. Kasus Korupsi Wisma Atlet yang konon melibatkan banyak Pejabat Tinggi Negara ini, sepertinya akan Anti-Klimaks.

Bagaimana tidak, Para Penegak Hukum sepertinya enggan untuk benar benar membongkar tuntas kasus ini.

Apa yang sedang terjadi di negara ini?

Angelina Sondakh yang telah ditetapkan sebagai TERSANGKA dan di harapkan menjadi Pintu Gerbang utama menuju “MEREKA” justru memasang tembok raksasa. Kesaksiannya di persidangan banyak menuai kontroversi sehingga pengadilan “berupaya” untuk mengkonfrontir Angie dengan Rossa. Sayangnya Rossa “TIDAK BISA HADIR KARENA SAKIT”.

Ketidakhadiran Rossa di persidangan membuat Episode kali ini sangatlah tidak menarik. Akibatnya Angie-pun seolah olah menjadi pihak yang benar meski “Gelar Tersangka” belum di cabut darinya.

Yang paling aneh, walau bergelar TERSANGKA Angelina Sondakh ternyata masih bisa berlenggak lenggok di gedung DPR RI sebagai salah satu anggoka Komisi X yang menangani Pendidikan dan Olahraga.

Ya, menangani “PENDIDIKAN”. Weleh weleh.

Melihat kondisi negeri yang sangat memprihatinkan ini, saya jadi ingat lagunya Marcel “MAU DIBAWA KEMANA” Negeri ini?

Tetapi kali ini saya sedang membayangkan mengikuti Sebuah Upacara Bendera di mana Negara sedang dilanda duka dan Merah Putih di kibarkan setengah tiang.

Indonesia tanah airku,
Tanah tumpah darahku,
Di sanalah aku berdiri,
Jadi pandu ibuku.

Indonesia kebangsaanku,

Bangsa dan tanah airku,

Marilah kita berseru,

Indonesia bersatu.

Hiduplah tanahku,
Hiduplah neg’riku,
Bangsaku, Rakyatku, semuanya,
Bangunlah jiwanya,
Bangunlah badannya,
Untuk Indonesia Raya.

Refrain

Indonesia Raya,
Merdeka, merdeka,
Tanahku, neg’riku yang kucinta!
Indonesia Raya,
Merdeka, merdeka,
Hiduplah Indonesia Raya.

Indonesia sedang berduka, Indonesia sedang terluka

Kemerdekaan ternyata tidak serta merta membebaskan rakyat dari belenggu derita

Harapan akan keadilan kembali bagaikan mimpi indah disiang bolong saja.

Kekayaan alam persada yang menjadi magnet dunia tidak mampu memberi sejahtera bagi rakyat Indonesia.

Kemiskinan masih merajalela. Lebih parahnya lagi, disaat rakyat semakin jelata, para pejabat justru berpesta pora, bernyanyi dan menari di atas kepala para Dhuafa.

Para pejabat mabuk harta dan tahta.

Jerit tangis kaum Dhuafa seolah sudah menjadi kidung merdu bagi mereka “Penjahat Negara”.

Mungkinkah Malu telah sirna dari dalam diri mereka?

Sungguh miris hati melihat bangsa ini.

Bagaimana bisa seorang miskin yang terpaksa mencuri demi sesuap nasi harus mendekam di penjara sedangkan mereka yang merampas harta negara untuk berfoya foya justru di hadiahi Istana bak Raja?

Dimana nilai keadilan dan kemanusiaan?

Wahai engkau Wajah Wajah Penuh Kepalsuan!

Hukum mungkin bisa kalian permainkan, Neraka Tuhan bisa saja kalian abaikan. Tapi ingat! Janji akan SIKSA TUHAN itu adalah NYATA.

Bersiaplah menghadapi SIKSA dari DIA yang telah kalian permainkan.

 

 

Kesaksian Perdana Angelina Sondakh “Tidak, Yang Mulia”

Kesaksian Pertama Angelina Sondakh Pada Persidangan Kasus Suap Wisma Atlet yang melibatkan Nazarudin.

Pada kesaksian tersebut, Angelina Sondakh menyanggah hampir semua tuduhan yang mengaitkan dirinya dengan Kasus Suap Wisma Atlet.

Tetapi hal itu tidaklah begitu menarik buat kami karena sejujurnya kasus hukum bercampur politik seperti ini sangatlah sulit dimengerti oleh orang awam seperti kami.

Tetapi ada satu hal yang sangat menarik dalam persidangan tersebut mengenai Angelina Sondakh. Hampir semua pertanyaan yang di lontarkan kepadanya dia jawab dengan “tidak yang mulia”.

Anehnya Angelina Sondakh yang seorang calon Doktor ini beberapa kali memberikan jawaban terhadap pertanyaan Majlis Hakim sebelum pertanyaannya selesai di bacakan. Apakah orang yang sudah terlalu pintar memang seperti itu? Mereka bisa mengetahui setiap pertanyaan yang akan ditanyakan kepadanya, sehingga bisa memberikan jawaban sebelum pertanyaan itu lengkap ditanyakan? Hal ini ibarat orang yang tahu apa yang akan terjadi esok hari. Hmmm. Luar biasa.

Kalaupun mungkin benar bahwa orang hebat seperti Angie bisa mengetahui apa yang akan di pertanyakan padanya, tidakkah ada etika dalam menjawab pertanyaan?

Saya teringat betul dengan apa yang diajarkan oleh seorang guru SD saya dulu, Jangan pernah menjawab pertanyaan sebelum pertanyaan tersebut jelas di bacakan atau di tanyakan. Karena hal itu bisa mengacaukan maksud dari pertanyaan penanya dan tindakan seperti itu sangat tidak etis. (Seorang calon Doktor mestinya lebih memahami etika Tanya-Jawab.

Hal lain yang terlihat aneh dari sosok Angie hari itu, adalah penampilannya “Yang Terlalu Tenang” (Baca: gugup setengah mati sampai sampai tak berani melakukan EYE-CONTACT). Saking tenangnya dia sama sekali tidak menunjukkan ketegaran seperti yang pernah dia tuturkan dan janjikan pada dirinya lewat catatan Diary II di blog pribadinya.

“Catatan itu bukanlah untuk di robek Angie, tetapi untuk di selesaikan secara tuntas” (catatan Angie). Kalau melihat kesaksian dan sikap aneh Angelina Sondakh hari itu, sepertinya rasa simpati kami terhadap Angie mulai memudar.

Apalagi masalah pengakuan kepemilikan Blackberry yang dia akui baru dimilikinya akhir tahun 2010. Wajar tidak seorang elite sekelas Angelina Sondakh baru memiliki BB di akhir tahun 2010?

Koq ketinggalan banget sih bu? Terus foto foto waktu ibu Angie sedang hamil sering terlihat bawa BB itu milik siapa ya? Kalau dapat minjem masak langsung 2 BB?

Selain tidak terlihat sangat tidak tegar, sikap Angie  dalam kesaksiannya juga sama sekali tidak menunjukkan “sikap seorang pintar” atau berpendidikan tinggi. Bukankah dia seorang calon doktor?

Maaf kalau kami mulai ragu dengan Kepintaranmu, bu. Kebohonganmu sama sekali tidak pintar.

Pesan buat Para KORUPTOR:

Anda Mungkin adalah orang orang hebat, orang orang Kuat

Saking hebatnya, sampai sampai tatanan hukum di negeri ini bisa kalian koyak bagaikan selember kertas tak berguna.

Ingatlah yang anda lakukan adalah kejahatan besar, Hal yang sangat di benci oleh Tuhan.

Apalagi jika kejahatan tersebut di tambahi dengan Kebohongan besar. Maka artinya ” Anda benar benar orang hebat” Karena telah berani mempermainkan TUHAN dengan melakukan hal hal yang sangat di benci-NYA dan kau tambahkan dengan membangun gunung kebohongan.

Ingat!!! MASA ITU AKAN TIBA, DUNIA TIDAKLAH BAKA DAN AZAB TUHAN ITU BENAR BENAR NYATA.