Marina Srikandi Fast Boat

Bali to Lombok Faster by Fast Boat

Island hopping between two popular destinations of Bali and Lombok has just got a lot easier with a new boat from Marina Srikandi that covers the route in less than an hour.

Srikandi 8, which was launched last week, holds up to 138 passengers and travels at a speed of 50 knots, which means Padang Bai to Senggigi in Lombok in 50 minutes.

Before the arrival of the new boat, the route of was covered by fast boats can carrying up to 70 passengers with an average speed of 40 knots.

Marina Srikandi 8 runs  twice a day with a single passage costing Rp.250,000 (US$26). The schedule starts at  8:45 a.m. with the boat heading to Senggigi, while the last ship back will be at 4:00 p.m. The company plans to increase the frequency to four trips a day in January 2013.

Going from Padang Bai to Lembar port in Lombok by public ferry takes up to five hours at a much cheaper price of Rp.36,000 (US$4). (rad)

 

Marina Srikandi Fast Boat

Bali to Lombok the Fastest Way: Marina Srikandi Fast Boat

Fast Boat to Gili

Getting to Lombok from Bali? Most people will probably take airplane or ferry ship as their chosen transportation to get to the fascinating Lombok Island and the Gilis. For those who like to shorten their trip to Lombok maybe will opt to fly rather than spending hours on a Ferry ship. Flying to Lombok from Bali takes 40 minutes maximum. But there’s something that people often forget to consider. Since the Airport of Lombok has been relocated to the Central, flying is not a so wise choice if you are keen to visit the centre of the tourist crowd in Lombok. From the Airport you will need to spend another hour and half on car to reach West Lombok and the triple gili islands (Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air). So, why wasting times spending two and half hours if you can make it only one hour trip or even less directly to the Gilis? Here I’d like to say that taking fast boat would be the best choice for those who love a “Shortcut” to get to Lombok and Gili Islands.

There are about 20 fast boats currently run daily between Bali and Lombok. Among those twenty fast boats, Marina Srikandi is the largest and the fastest one. Running between Padang Bae harbour and Senggigi, the fastest service takes roughly 50 minutes, with a top speed of 50 Knots.

Why using Marina Srikandi? Having 138 seats, fully air-conditioned, 8 x 300hp Suzuki engines 50 knots cruising speed, route Padang Bai – Senggigi be reached in just 40 minutes. Marina Srikandi 8 also is equipped with a safety demonstration in the monitor screen that makes all passengers feel comfortable. Marina Srikandi offers you SPACE, SPEED, SAFETY and COMFORT. What else do you expect from a Fast Boat service?

Please leave us a feedback if you know another efficient and interesting way to get to Lombok from Bali.

paris hilton bali

PARIS HILTON DATANG KE BALI

Pulau dewata Bali memang memiliki sejuta pesona. Keindahan panorama alam yang exotic, pantai pasir putih yang memukau, budaya hindu yang kental dan karakter masyarakatnya yang selalu hangat dan welcome membuat semua orang yang berkunjung akan merasa seperti sedang berada di dunia yang berbeda.

Mantan Perdana Menteri India Sri Pandit Jawaharlal Nehru menyebut Bali sebagai “MORNING OF THE EARTH“.

Mungkin hal itulah yang membuat Bali menjadi salah satu tujuan wisata terbaik dan paling banyak diminati oleh turis dari seluruh dunia.

Bahkan para pesohor Hollywood juga tidak sedikit yang memilih pulau Bali sebagai tujuan wisata mereka. Sebut saja nama nama besar seperti pemain sepak bola Raul Gonzales, Danield Craig, Julia Robert dan Christiano Ronaldo yang pernah menjadi Bintang iklan produk minuman di Indonesia.

Selama bulan Oktober-November 2011 terdapat sejumlah nama besar yang juga berkunjung ke Bali di antaranya Aktor Richard Gere, Justin Beiber, Selena Gomez, Jason Mraz yang bahkan sempat tampil di sebuah restaurant di daerah nusa dua, dan penyanyi R&B Ashanti.

Nah yang paling hangat sekarang adalah kunjungan Sosialita cantik pewaris jaringan Hotel Hilton “Paris Hilton” yang baru saja tiba di Pulau Dewata dan di rencanakan akan berada di sana selama satu minggu. Berikut cuplikan beritanya:

VIVAnews – Sosialita cantik Paris Hilton tiba di Bali sekira pukul 19.30 WITA Rabu kemarin menggunakan pesawat Singapura Airlines. Pewaris jaringan Hotel Hilton itu akan menjalani serangkaian kegiatan di Bali. Kamis 10 November 2011 sore, Paris menghadiri pembukaan Rob Peetoom Hair Spa di kawasan Petitenget, Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali.

Melalui akun situs mikro blogging, Twitter miliknya, Paris mengatakan, ia baru saja tiba di Bali, Rabu malam, 9 November 2011.

“Just landed in #Bali! So excited to be here for my first time! I’ve been wanting to come here forever! This is going to be amazing! #YES!” ungkap Paris antusias.

Ini adalah kali pertama Paris mengunjungi Pulau Dewata. Ia pun terkesan dengan keindahan alam yang dimiliki Bali.

“Wow! Love the hotel I’m staying at here in #Bali. Absolutely incredible, total paradise right on the beach. So beautiful! Loves it!” ujarnya.

Tidak hanya sekedar menikmati indahnya panorama Bali, ia pun sempat memanjakan diri dengan sentuhan pijat terbaik di Bali sambil  bersantai di sebuah kolam renang. Paris mengaku senang bisa menikmati banyak waktu santai bersama para gadis selama menginjakkan kaki di Bali.

“I’ve traveled to some of the most beautiful places on Earth, but #Bali is one of the most incredible places I’ve ever been. Love it! #YES!,” ujarnya kembali dalam akun twitternya, satu jam lalu,  Kamis, 10 November 2011.

Kunjungan Paris ke Bali kemungkinan untuk menghadiri pembukaan Rob Peetoom HairSpa yang berlokasi di Jalan Petitenget no 16x, Kerobokan Kuta Bali.

Wartakota-Paris Hilton datang ke Bali dengan temannya model  Cheyenne Tozzi yang juga merupakan pemain di film X-Men.

Paris Hilton memilih daerah Petitenget sebagai tempatnya menginap selama berada di pulau dewata, Bali.

Petitenget sendiri merupakan kawasan wisata yang sebenarnya sedikit lebih sepi jika di bandingkan dengan kawasan pantai Kuta atau Legian. Namun hal inilah yang membuat kawasan ini terkesan lebih exclusive. Hotel Hotel dan restaurant super mahal berada di kawasan ini.

Lokasi Petitenget berada di antara Seminyak dan Canggu. Namun semuanya masih termasuk bagian wilayah dari Kelurahan Kerobokan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung.

Di Petitenget terdapat sebuah Pura Besar yang merupakan salah satu Pura paling sakral bagi masyarakat Hindu Bali di samping pura Tanah Lot dan Pura Uluwatu. Sebagian besar upacara upacara besar masyarakat Bali di pusatkan di tiga pura tersebut.

Suasana pantai Petitenget, Bali dalam cuplikan video yang di ambil menggunakan kamera HP.

Galeri

Daftar Pemenang World7Wonders of Nature

This gallery contains 2 photos.

Setelah melalui proses panjang dan perjalanan yang penuh dengan kontroversi dan polemic akhirnya world7wonders foundation mengukuhkan Komodo sebagai salah satu New World7wonders of nature. Komodo berhasil menjadi salah satu yang terbaik dengan menyisihkan lebih dari 20 finalis lainnya. Keberhasilan Komodo … Baca lebih lanjut

Beri rating:

TRENDING VOTE KOMODO MELEMAH PASCA POLEMIK

Trend votes untuk Komodo melalui website cenderung melemah dalam beberapa hari terakhir. Di indikasikan  dengan titik merah pada peta voting trends yang ada di situs utama world seven wonders. Tanda merah berarti lemah dan tanda biru berarti meningkat atau growing.

Mungkinkah ini akibat berbagai Polemik yang ada di tanah air?

Line Voting akan segera di tutup beberapa hari lagi tetapi Status Komodo di Indonesia sebagai salah satu kandidat masih simpang siur. Padahal ASA masyarakat NTT sangat tergantung pada keberhasilan Komodo sebagai salah satu pemenang.

Tidakkah kita bisa bercermin pada kegagalan kita meloloskan Candi Borobudur di ajang yang sama yang di lakukan oleh lembaga yang sama juga? Bukankah itu menyakitkan menerima kenyataan seperti itu setelah berpuluh puluh tahun Candi Borobudur menjadi salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia? Lembaga yang masih di anggap tidak kredibel ini mampu mengalihkan perhatian dunia kepada tempat tempat lain yang dia menangkan sebagai Tujuh Keajaiban dunia Hasil karya manusia.

Tidak di pungkiri popularitas Borobudur dan Komodo sebagai salah satu ikon dunia tidak akan pernah padam, tetapi apakah kepopuleran mereka akan mampu menandingi mereka yang sudah di Cap sebagai Tujuh Keajaiban Dunia baru oleh Lembaga yang “di anggap” tidak kredibel tersebut?

Tidakkah kita bisa sedikit lebih realistis dengan melihat ajang ini sebagai salah satu Marketing Strategy untuk mengukuhkan ikon ikon bangsa kita sebagai yang terdepan di dunia.

Mengutip pernyataan salah seorang pejabat Negara: “Dari pada kita harus membayarkan $10.000.000 untuk menjadi Host/penyelenggara demi mensukseskan terpilihnya Komodo sebagai salah satu World Seven Wonders, lebih baik dana tersebut kita gunakan untuk membangun infrastruktur di pulau komodo”.

Bagus sekali statement tersebut diatas, hanya saja jika mental korupsi di Negara ini tidak ada maka itu akan menjadi alternative yang jauh lebih baik. Tetapi dari pada ujung ujungnya nanti di korupsi lebih baik di gunakan untuk biaya penyelenggaraan pensuksesan Komodo saja biar arah dananya lebih jelas dan untuk hasil yang lebih pasti.

Semoga pemerintah bisa benar benar mendengarkan suara hati masyarakat NTT yang menumpukan harapan kepada komodo. Karena jika sampai komodo di eliminasi, maka posisi Komodo akan di gantikan oleh Ikon  Negara lain yang sebelumnya masuk 77 besar dari total 440 peserta sebelum akhirnya disusutkan menjadi 28 finalis.

Bahkan Line Voting untuk kategori calon pengganti juga masih tetap di buka. Perhatikan gambar berikut:

Relakah kita melepaskan Posisi Komodo kepada Negara lain? Dimana rasa Nasionalis kita?

Apalagi yang harus kita banggakan kalau setiap kebanggaan yang kita miliki di jadikan “Sesuatu” oleh mereka mereka yang menganggap diri mereka “Wajah Bangsa,Tulang punggung bangsa,pelindung bangsa,penjaga bangsa” walau pada kenyataannya mereka tidak lebih baik dari kami yang kerap dianggap sebagai “Noda bangsa”.

Biarlah kami menjadi noda asalkan jiwa nasionalis kami tetap membara. Biarlah kami di anggap “Sampah Negara” asal kami tetap pencinta Indonesia.

Maju terus KOMODO, maju terus bangsaku!