KETIKA SEBUAH NAMA (Identitas Diri) MENJADI TIDAK BERARTI

Tidak bisa di pungkiri, sebuah nama adalah bagian terpenting yang menunjukkan identitas diri seseorang. Siapa yang tidak memiliki nama?

Nama tidaklah langsung melekat dalam diri seseorang, tetapi nama adalah pemberian dari para orang tua dengan harapan sang anak akan memiliki kehidupan seindah nama nama mereka. Nama adalah lambang atau perwujudan dari Do’a para tua terhadap anak anaknya.

Proses pemberian namapun tidaklah serta merta dengan hanya menyebut sebuah kata, tetapi melalui proses pemikiran panjang dari orang tua.

Bahkan di Indonesia yang terdiri atas berbagai suku, proses pemberian nama biasanya memerlukan waktu dan biaya yang besar karena harus melalui serangkaian upacara prosesi adat.

Tetapi sadarkah kita, banyak sekali diantara kita yang mengalami penyelempengan nama setelah kita beranjak dewasa? Mungkin tidak banyak yang mengalami hal ini, tetapi juga jumlahnya tidak sedikit. Bahkan nama nama itu mulai berubah justru di saat kita memasuki dunia pendidikan.

Saya teringat beberapa teman SD saya dulu yang namanya mulai berubah dari SD. Saya tidak bermaksud membahas masalah nama ngetrend yang banyak juga di buat buat, tetapi ini adalah nama lengkap yang tertera sebagai identitas diri di berbagai dokumen formal (Ijazah, KTP dan Passport). Berikut beberapa contoh kasusnya:

  • Seorang teman SD saya bernama lengkap Syukriadi yang berasal dari kata Syukri dan Adi. Syukri adalah bahasa arab yang berarti Bersyukur, sedangkan Adi dari bahasa sansekerta yang berarti pertama. Nama Syukriadi berarti Orang pertama yang bersyukur atau mungkin sebagai wujud rasa syukur kedua orang tuanya atas kelahiran anak pertama mereka. Tetapi begitu masuk SD, nama tersebut berubah menjadi Surkiadi. Sedikit mirip memang tetapi maknanya antara langit dan bumi. Kalau Syukri berarti “Bersyukur” maka Surki berarti “Pemabuk”. Maukah anda dinamai pemabuk?
  • Masih teman SD saya juga, seorang teman saya di ijazahnya tertulis hanya tiga hurup ENI. Kasus yang kedua ini tidaklah salah, karena orang tuanya memang menamakannya ENI tetapi sebenarnya dia memiliki nama belakang yaitu Anggraeni. Jadi seharusnya namanya adalah Eni Anggraeni. Sampai sekarang dia harus rela memiliki KTP bernama ENI saja.
  • Seorang teman bernama Islahadi Sholeh juga mengalami perubahan tulisan pada namanya yang berasal dari bahasa arab. Nama yang seharusnya adalah Ishlah Hadi Sholeh yang berasal dari kata Ishlah (Arab), Hadi (Arab) dan Sholeh (Arab). Kata Ishlah berarti perdamaian, Hadi berarti petunjuk atau pemimpin dan Sholeh berarti yang baik atau yang sholeh. Selengkapnya Ishlah Hadi Sholeh berarti Pemimpin Perdamaian yang taat beribadah (Sholeh). Tetapi untuk namanya yang sekarang Islahadi Sholeh, apa artinya?

Itu adalah beberapa contoh orang yang mengalami perubahan nama melalui proses pembalikan huruf, pemenggalan dan penghilangan huruf. Kami meyakini contoh tersebut diatas hanyalah sebagian kecil dari dari kasus kasus perubahan nama (DO’A) yang kerap terjadi di sekitar kita.

Perlu diingat, Nama adalah Do’a. Jangan sampai Do’a orang tua menjadi berubah seiring dengan perubahan nama tersebut.

Jadi intinya kami ingin menyampaikan, jangan biarkan nama anda berubah satu huruf sekalipun karena itu akan merubah makna dari Doa orang tua yang di tanamkan melalui nama yang telah diberikan.