TNI AU Tambah Armada Pesawat Untuk Mencari AirAsia QZ8051

AirAsia-QZ-8051-di-temukan

Jakarta, inforiau.co – TNI Angkatan Udara mengatakan cuaca masih jadi kendala dalam proses pencarian pesawat AirAsia QZ8501. Pasalnya, beberapa kali rencana penambahan pesawat sebagai armada bantuan gagal karena masalah cuaca.

“Memang informasi dari data cuaca yang ada, ada awan yang besarannya cukup besar pas pada rute pesawat tersebut sehingga pesawat tersebut dalam pantauan radar sempat keluar dari jalur,” kata Panglima Komando Operasi Angkatan Udara I Marsekal Agus Dwi Putranto di kantor pusat Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (28/12/2014).

Agus menjelaskan seperti armada satu pesawat boeing yang semestinya dari Makasar akan diterbangkan pada siang dan sore ini, namun dibatalkan karena cuaca.

“Yang dilaksanakan boeing berangkat dari Makasar terkendala. Lokasi berbeda ke utara sedikit, cuaca memang cukup jelek sehingga pesawat tidak lama berada di area dan mendarat di Pontianak. Sudah berangkat lagi jam setengah lima tapi cuaca tidak mendukung, jadi mendarat percuma sih,” kata jenderal bintang dua itu.

Menurut Agus untuk mendukung upaya proses pencarian maka pihaknya, Senin besok berencana menambah sejumlah armada pesawat bantuan. Selain boeing dari Makasar, beberapa pesawat yang disiapkan satu hercules dari Jakarta, serta dua heli yang masing-masing dari Pontianak dan Bogor.

“Sehingga saya perintahkan untuk berangkat besok jam setengah enam, saya perintahkan lagi ada satu hercules dari Halim, satu boeing dari Makassar, satu heli dari Bogor sama Pontianak,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Sulistyo menegaskan proses pencarian pesawat AirAsia QZ8501 terus dilakukan selama tujuh hari pertama. Hal ini menyesuaikan standar prosedur yang ditargetkan harus ditemukan.

“SOP kita mengenakan seperti itu. Targetnya ya harus ketemu,” kata Sulistyo.

Dia menjelaskan kalau pesawat AirAsia itu kehilangan kontak dan tidak menerima laporan dari Air Traffict Control (ATC). Menurutnya, unsur-unsur yang sudah dilibatkan pihaknya seperti TNI AU dan AL lebih fokus dalam perkiraan wilayah lokasi kejadian.

“Begitu info lost contact, pesawat itu seharusnya menerima laporan dari ATC. Padahal tidak, maka ada perhitungan dari ATC ya, kemudian menyatakan lost contact, pukul 07.55 WIB kemudian Basarnas mendapat info pukul 08.00 WIB,” ujarnya.

“Setelah itu kemudian kita menggerakan seluruh unsur-unsur yang ada di wilayah perkiraaan kejadian di koordinat yang sudah saya sebutkan, itu tindakan awal, yang bisa kita lakukan, termasuk di bantu TNI AU dan AL,” katanya

Lantas, bagaimana dengan upaya proses pencarian besok? Dia mengatakan kalau dalam penanganan ini sudah ada pengaturan struktur komando untuk kategori pencarian dan pertolongan.

“Posko utamanya ada di Basarnas. Posko taktis nya ada di Pangkal Pinang. Supaya lebih dekat dengan lokasi sasaran, lalu mengendalikan langsung secara teknis untuk udara maupun laut,” sebutnya.

Terkait luas pencarian, dia mengaku belum mengetahui. Pasalnya, ini masih dalam proses pencarian.

“Nanti ada hitungannya. Dari titik itu, more than 50 mile square mil laut. Tapi tetep memperhatikan untuk sementara untuk flight route,” katanya.

Sumber: Info Riau – Badai Petir Asia